Cara pengangkutan buah terutama bergantung pada jenis buah, kematangannya, jarak ke tujuannya, dan anggarannya. Berikut beberapa cara umum untuk mengirimkan buah:
1. Transportasi rantai dingin: Ini adalah moda transportasi buah-buahan yang paling umum, terutama untuk buah-buahan yang mudah rusak dan segar seperti stroberi, ceri, dan mangga. Transportasi rantai dingin dapat menjamin bahwa buah disimpan di lingkungan bersuhu rendah yang tepat mulai dari panen hingga penjualan, sehingga memperpanjang umur simpan dan menjaga kesegarannya.

2. Transportasi kering: Untuk beberapa buah-buahan tidak memerlukan pendinginan, seperti pisang, buah jeruk, kesemek, dll., mereka dapat diangkut kering pada suhu kamar. Cara ini lebih murah, namun perlu dipastikan adanya ventilasi yang baik selama pengangkutan untuk mencegah buah menjadi berjamur karena lembab.
3. Cepat: Untuk pengiriman jarak jauh atau internasional, layanan kurir mungkin diperlukan. Ini biasanya melibatkan angkutan udara atau transportasi darat cepat, yang dapat mengantarkan buah sampai ke tujuan dalam waktu sesingkat-singkatnya, mengurangi waktu pengiriman dan dengan demikian risiko pembusukan.

4. Pengiriman kontainer: Untuk transportasi jarak jauh buah-buahan dalam jumlah besar, misalnya dari satu negara ke negara lain, pengiriman kontainer dapat digunakan. Suhu dan kelembapan di dalam wadah dapat diatur sesuai kebutuhan spesifik buah.
5. Transportasi kendaraan khusus: Beberapa buah seperti semangka dan apel mungkin perlu diangkut menggunakan kendaraan khusus yang dapat memberikan perlindungan dan pengatur suhu yang tepat.
Saat memilih moda transportasi, perlu mempertimbangkan secara komprehensif persyaratan kualitas buah, biaya transportasi, dan persyaratan spesifik tujuan. Untuk buah-buahan yang mudah rusak atau bernilai tinggi, pengiriman rantai dingin seringkali merupakan pilihan terbaik.